Saturday, April 30, 2011

PerCatuRan antara KASIH & CINTA (bahagian 4)

Pertemuan demi pertemuan membuatkan hubungan aku dan si dia semakin intim. Kamal hampir tenggelam dari benakku. Mungkin juga kerana hati ku sudah mula terpaut dengan si dia membuatkan aku lupa akan Kamal??... Aku mulai merasakan cintanya. Si dia sabar menanti jawaban cinta dari ku. Walaupun aku mulai merasakn cintanya... aku masih tidak memutuskan untuk terus menerima cintanya.

Sedang aku duduk tersimpuh di hujung katil, Kamal hadir di benakku. Aku terus mencapai telefon binbit lalu menghubungi Kamal. Aku mulai pandai membicarakan soal hubungan kami. Kamal yang sentiasa dalam nada lembut setiap kali berbicara dengan ku... terus meminta aku bersabar dalam hubungan kami. Tapi hati aku bagaikan sudah buta dek cinta si dia. Aku mulai mencari alasan bahwa aku tidak boleh bertahan lama dalam cinta jarak jauh. kejamnya aku !!!... Aku tahu saat itu aku sedang melukakan hatinya. Kamal terdiam seketika. Dengan nada yang mungkin sedikit kecewa ,,, Kamal berkata,
" andai Ina sudah tidak boleh besabar sedikit masa lagi... mungkin ada baiknya Ina ataupun abang buat keputusan yang terbaiik, sebelum ada hati yang lebih terluka nanti ."
Aku tersentak seketiks . Sebenarnya aku tidak menyangka Kamal akan berkata sebegitu. Tapi aku percaya... Kamal tahu setiap apa yang di ucapkannya. Aku juga faham setiap bicaranya. Akhirnya kami telah memutuskan satu keputusan yang terbaik untuk kebaikan kami berdua. Aku tidak menafikan bahwa aku sedikit kecewa dengan keputusan itu, kerna aku mengasihinya.
Nama KAMAL terus kekal dalam ingatan ku hingga ke hari ini. Aku tidak pernah lupakannya. Kami tidak pernah lagi berhubung mahupun bertemu. Telah aku abadikan kenanagan antara kami di satu sudut, di ruang hati ku...

Bermula lah episod cinta ku dengaan si dia. Sedang asyik menonton television, si dia menghubungi ku. Kami berbicara soal cintanya yang belum terjawab, mungkin si dia sudah letih bermain teka teki. Aku masih bermain 'tarik tali' dalam percaturan cintanya. Itu lah yang membuatkan jiwanya terus berusaha memiliki hati ku.
Aku terus memintas bicaranya..." aku terima cinta kau " si dia terdiam. Bagaikan tersentak jiwanya. Si dia terus mematikan talian. Aku sedikit terperanjat dengan tindakannya. Mungkin kah apa yang aku ucapkan sudah terlambat??!!... Perkara yang mmbuatkan aku terasa pada waktu itu adalah memutuskan hubungan antara aku degan Kamal. Macam-macam yang bermain di benak ku. Bimbang " YG DI KEJAR TAK DAPAT , YG DI GENDONG BERCICIRAN "
Si dia menghubungi ku semula, hati ku berasa sedikit lega. Suaranya kedengaran di hujung talian.
" aku terlalu gembira hinggakan aku tidak terkata... akhirnya kau menyambut cinta ku. Aku cuba menahan kegembiraan hati aku, maafkan aku andai membuat kau keliru."

Dalam tak sedar... jari jemari ku asyik memutarkan pen yang di celah jemari... tersenyum aku sendiri mengimbau bicara aku dengan si dia malam tadi... (bersambung)

No comments: